Monday, 28 October 2013

Aku dan Perasaan Ini...



Perasaan ini ....

Ketika yang lain sibuk bersms dan bercakap di telefon berjam-jam, dan kita hanya mampu berdiam tiada teman, apa yang menjadi permasalahannya dengan demikian? Bukankah duit dan kredit yang kita ada boleh disimpan dan digunakan untuk lain keperluan.

Ketika yang lain sibuk mengadu kepada kekasih mereka segala permasalahan yang mereka punya, dan kita pula rasakan kita tidak memiliki sesiapa untuk berkongsi rasa.  Bukankah Allah ada? Dia yang memberikan rasa bahagia dan menarik segala ujian duka buat kita.  Bukan teman yang mereka puja-puja itu yang bisa menenangkan kegelisahan yang ada.

Ketika mereka berbangga menceritakan tentang teman yang mereka punya, tentang kekacakan atau kejelitaan pujaan hati mereka, dan kita hanya mampu mendengar dan tidak terkata apa.

Kita mula memasang angan-angan untuk memiliki teman seperti yang mereka punya.    Kebanggaan apa yang nak kita cari sebenarnya? Seorang suami/isteri atau pun seorang kekasih yang hanya mahu dipamer kepada semua?

Ketika mereka berhias dan keluar bersama-sama dengan si dia dan kita hanya mampu duduk dibilik membaca buku sahaja, kita rasakan hampanya tanpa kehadiran insan yang boleh sentiasa bersama.  Kau sebenarnya lupa tentang kisah si epal yang tinggi di atas puncak pohonnya.  Yang bersendiri dan tiada siapa yang mampu merapati kecuali bagi insan yang terpilih untuk memiliki.

 Sehebat mana cinta, tetapi tanpa jodoh ketentuanNya, tiada daya jua untuk bersama. Dan walau kau tak punya sesiapa, tatkala sampai masa yang ditentukanNya, dia yang kau tunggu dalam doa akan tiba.  Bukan sebagai kekasih sementara, tetapi kekasih abadi yang akan memimpinmu ke syurga.

Thursday, 24 October 2013

Surat Untuk Tuhan


Ya Allah...Engkau kekuatanku dalam setiap denyutan nadiku...Dikala ku sedih dan hiba,, ayat-ayat Mu yang jadi penawar bagiku...zikir Mu menjadi penyejuk hati...sungguh selepas itu aku berasa tenang...

Aku takut ya  Rabb…Tidak dapat memenuhi setiap janji yang terucap....Tidak dapat menahan kenikmatan dunia yang mempesona....Bahkan tak mampu kendalikan nafsu yang membelenggu

 Ya, nafsu ini begitu kuat menggoda....Berusaha luruhkan rasa Cinta ku pada Mu...
Memesongkan nikmat yang telah Engkau beri....Menafikan Engkau seakan Kau tiada

 Bantulah aku ya Rabbi...Tepiskan segala resah yang menyelimuti hati...Hilangkan semua gelisah yang memeluk jiwa...Buang setiap keraguan yang mendakap kalbu...Hulurkan tangan Mu di sepanjang jalan ku...Berikan Cahaya Mu menerangi langkah ku...Jangan biarkan aku rebah lagi dalam lumpur dosa

 Pimpinlah aku ya Allah..Pegang erat jiwa ku yang selalu ingin mengembara...Berkelana mencari cinta hakiki Mu....Mengeja ayat demi ayat di dalam Kitab Suci Mu...Agar kau tak berpaling dari ku

Ya Allah...Tutup semua pintu dosa ku...Jangan biarkan lautan dosa menenggelamkan aku...Dalam buih-buih kenistaan yang menggunung...Izinkan aku Mencari dan menemukan cinta sejatiku...Kerana aku tahu ya Rabbi…Hanya cinta Mu yang paling hakiki





Wednesday, 23 October 2013

Dalam Hati Siapa Yang Tahu

Kita tak mungkin mengetahui apa yang tersirat dalam hati seseorang...Disebalik tawa,gembira adakah dia sedang bahagia? disebalik kedukaan adakah dia benar-benar sedih?

DI DALAM HATI..
 Tidak ada seorangpun yang mampu meneka apa yang ada didalam hati, kadangkala kita sendiri tidak dapat memahami apa yang ada di dalam hati.

 Apa yang dilihat di luar belum tentu itu mencerminkan apa yang ada di dalam hati.  Bukan bererti perlu hipokrit tetapi kadang – kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu.

Apabila kita bahagia tidak perlu kita memperlihatkan kebahagian itu secara berlebihan kepada orang lain. Ketika kita bersedih tidak perlu juga mereka mengetahui seberapa sakit yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih.

Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita mengadu, tempat kita berserah diri.

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Dalamnya hati siapa yang tahu?

Senyum kita masih ada, tawa kita kadang masih terlihat dan gurauan itu juga masih kita berikan kepada setiap orang di dekat kita, tidak ada yang tahu bahawa disebalik apa yang mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku kita sebenarnya kita sedang terluka.

Kita ingin menangis saat itu, tetapi tidak ada yang tahu tentang itu.

Hanya Allah dan kita sahaja  yang mengetahui dalam hati, hanya Allah tempat kita mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengubat sakit & lara hati ini.

Hanya  dengan mengingat Allahlah kita berusaha menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang  merenggut kebahagian kita, ketika tidak ada seorangpun yang memahami perasaan dalam hati kita.

Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir kita, menggetarkan hati yang sedang kita pupuk kembali, menemani butiran air yang menitis dari kelopak mata.

Sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah ubat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)

 Hasbunallahu wa ni’mal wakiil ni’mal maula mani’man nashir

Ya Rabb…

Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka aku serahkan semua rasa ini kepadaMu Ya Rabb…

Kuatkanlah aku menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hati aku untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada aku.

Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar dalamnya hati aku maka aku memohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu Amin Allahumma Amin

Tuesday, 22 October 2013

Jangan Ungkapkan Cinta Pada Yang Lembut Hatinya


"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya” Q. S. An-Nur (24):31

Ketika ada lelaki berkata pada wanita “Saudari, aku mencintaimu dan menyayangimu…” atau "Awak,sudikah jadi kekasih saya"

Wahai muslimah, apa yang kalian rasakan jika ungkapan itu mendarat di telingamu?rasa seperti berada di awangan?di taman bunga?....mungkin ada diantara kalian,hati sekuat batu,tapi banyak diantara kalian hati selembut kapas...yang tergoda dengan rayuan

Wahai Adam, begitu tegar kalian menodai hati lembutnya??Dengan kerapuhan dan kelembutan…
Atau  mungkin kebodohannya…

Sebenarnya, orang yang suka mempermainkan wanita adalah PENGECUT...Kenapa begitu? kerana dia hanya bermain-main dengan sehelai kapas…Yang kecil, nipis, mudah terbang tanpa arah dan tujuan…Realitinya, kalian belum berani menghadapinya…Jika anda seorang yang “jantan”, nikahilah wanita itu....Renungkanlah…

Jauhi si hawa, jika kalian tak kuasa dengan fitnah ...Janganlah percikkan bara, jika kalian tak ingin terbakar olehnya…Janganlah mengambil risiko dengan mendekati pintu – pintu fitnah,Jika kalian tidak boleh menanggung akibatnya…Jika memang sudah tak boleh,Tempuhlah jalan yang paling mulia tuntunan RasulNya…Berkahwinlah melalui jalur syari’atNya…Dengan cara-cara yang dibenarkan dan dihalalkanNya…

Muslim yang baik untuk muslimah yang baik…Muslimah yang baik untuk muslim yang baik pula…Dan sebaliknya…Semoga Allah memberkati dalam ikrar suci yang menyatukan cinta kalian keranaNya...Terbina indah dan mulia dengan sebuah pernikahan…

Kuntum mawar yang telah merekah mempesona, hadirkan ungkapan cinta suci pada kekasihnya…

Itulah cinta yang sesungguhnya…

Semoga Allah menyayangimu…

Hijablah hatimu dengan hijab kalian…

Hijab yang sempurna…

Jangan biarkan hatimu mudah terjatuh kerana kerana seorang lelaki khilaf yang berpenyakit hatinya, hingga terlena akan harapan-harapan  kosong mereka…



Sunday, 20 October 2013

REFLECTION.How to become a better person.Practically....



People often says that who you’re with is a reflection of yourself…

Some girls who are unfortunate end up with husbands that abuse them, and some end up with husbands that are just irresponsible and mean.

And these girls are in pain and in misery. It wouldn’t be fair if I just talk about girls in misery. Same goes for men.

They end up with a wife who does not take care of her appearance, who is lazy, who flirts with other men at work, who doesnt respect the husband, who constantly complains that he doesnt give enough financial support, and the list gooooes on.

Nauzubilllahiminzalik

May we all be prevented from this test, and for those who are under the test may you be given Sakinah within you and Sabr in facing those trials..

To be with a person that we dislike?
If we really start to think why we’re with a person that has some characteristics that you dislike so much. Then look within yourself, look hard within yourself.

There has to be something about you that is still not right, that needs to be fixed. Which is of course, we all have sins don’t we. Check our hearts.

Check our relationship with the One....Allah

After all, if you want the best, you must be the best. And you wont get the best in the end, because we’re alll not perfect.

When imperfections are combined with another imperfection, its almost equal to disaster no?

Not complete each other and live happily ever after like what the fairy tales taught us :P.

I guess what we need is a companion that can continue to support us in life struggles and help us to become a better person. Its more of giving than receiving.

I guess thats why in religion, for a husband and for a wife have they have their own responsibilities and guidance on what to do.

And if you stick to the rules, which is by pleasing the Creator, the capacity to continue giving love to the person strengthens.

Afterall, that love feeling is a gift from the Creator itself.

Hence…, I guess thats how the love strengthens.

And it doesnt just stop there between spouses, it begins from loving yourself , then extending it to others and to the whole ummah

Often when people say rules, they talk about what are my rights, and what are your rights. And between spouses we demand whats our rights. This becomes a huuuge issue then.

But religion must be practiced holistically not just partial.
Perlaksanaan tanggungjawab mesti diiringi dengan akhlak.

Akhlak mampu melembutkan sesorang dengan izinNya of course.

Berapa ramai yang berubah berjinak-jinak untuk menjadi lebih baik disebabkan dengan akhlak seseorang..?

I can understand this myself, because I understand a persons feeling how we cant just simply follow the rule although we know its wrong.

Thats cause I was the person, and still am the person.

And doa  is the only weapon that can save you. It is hard, struggling understanding how to be a full practicing muslim.

And they say that hidayah does not come rolling to us just like that, nor does it drop from the sky just like that…

We need to seek it.
I am still on a journey seeking it.. And I hope you’re together with me on this journey…

Continue to repent and improve yourself is the only key solution I guess..And I hope , and truly hope that all of us will be given taufiq and hidayah..

“When you see someone who is not as religious, remember that you were once on the edge of the fire, and it was Allah (swt)’s favor upon you to guide you. Arrogance will wipe away any goodness from the transformation.”

-Nouman Ali Khan


Masih Belum bERPUNYA...Tenanglah dan Yakinlah pada ALLAH


Belum berpunya pasangan hidup.  Pasangan hidup adalah salah satu dari stesen perjalanan dalam kehidupan bagi semua manusia.

Disanalah kehidupan baru dimulakan, lengkap dengan semua jenis pelajaran yang akan membuat manusia tahu apa itu erti kebahagiaan yang sebenarnya.

MASIH BELUM BERPUNYA

Namun, bagi sesetengah orang, disinilah bermulanya ujian dalam kehidupan.

Disaat usia yang berjalan tak dapat lagi diberhentikan, namun jodoh dan pelengkap hidupnya tidak kunjung datang, disaat itu pula kegundahan hati menjadi parah.

Diri yang masih belum berpunya pula menjadi isu terbesar dalam hidup.

Mungkin pelbagai cara telah kita lakukan. Pelbagai ikhtiar sudah diusahakan. Namun masih belum berhasil.

Mari kita berhenti sejenak, dan berfikir secara tenang dengan dada yang lapang. Memang tak ada sesiapapun yang ingin melalui ujian seperti ini.

Namun bukankah takdir itu sudah ditetapkan dan Allah SWT juga tidak akan memberi ujian yang melampui kemampuan hambanya?

Kadangkala, banyak pelajaran yang dapat kita ambil diatas ujian untuk terjadi. Dengan tertundanya kebahagiaan itu, siapa tahu Allah sedang mengajar kita tentang makna menghargai.

Ya, ketika jodoh telah datang, pastinya kita akan menjadi seorang yang lebih manis dalam bersyukur serta menjadi lebih istimewa.

Dengan tertundanya pertemuan itu, mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik kepada kita.

Dan atau dengan tertundanya jodoh itu, Allah ingin menjadikan kita lebih matang dan lebih bersedia dalam membina keluarga.

Ingatlah, Allah itu sebaik-baik pengatur. Be Positive :)

Benarkah Perasaan itu??



Di saat kita jatuh cinta di usia remaja,marilah kita pastikan sekali lagi, apakah benar ini cinta? atau hanya perasaan kagum yang hadir secara tiba – tiba?

kita tidak mampu menahan kekaguman pada dia yang sangat cantik jelita, hensem dan kacak. Kita tidak mampu menahan dari berkata kepada dia, “cantiknya!” “hensemnya!”

Apakah ini hanya perasaan sesaat kita sahaja? Atau benar – benar cinta?

Boleh jadi ia hanya perasaan sementara kita sahaja. Kita yang masih muda, beranjak dari masa kanak – kanak kita, kemudian menduduki usia remaja dan sangat memungkinkan mengalami perasaan ini.

Mencuri – curi pandang gadis di pinggir jalan, memandang dengan perasaan malu tapi mahu. Hanya sekadar kagum dan mencuba menjadi orang yang istimewa di hatinya.

Hanya ingin tahu siapa namanya, ingin sekadar hanya ingin tahu dimana rumahnya dan hanya  ingin bahagia saat melihatnya. Ini hanya sesaat sahaja, ini hanya cinta monyet.

Kita berasa ingin menjadi seperti orang lain, yang memiliki teman istimewa, sentiasa berSMS, berjalan berdua-duaan di pusat membeli belah atau keluar melihat wayang selepas pulang dari sekolah atau kuliah. kita ingin menjadi seperti itu.

Sebuah keinginan yang bukan kerana cinta, tetapi hanya sebuah ikut – ikutan. Definisinya pun kadang – kadang ramai diantara kita tidak tahu.

Teliti lagi, apa itu cinta? Atau ia hanya perasaan kita yang ingin mendapatkan perhatian? Selama ini kita kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Kita ingin dimanja, kita ingin diperhatikan dan dihargai sebagai seorang manusia.

Dicintai sepenuh hati, disayangi sepenuh kasih sayang dan dimanusiakan sebagai seorang manusia. Apakah perasaan itu yang mendominasi kita? Perasaan yang sangat manusiawi dan tidak perlu mencintai wanita cantik bila kita memerlukannya.

Kita seharusnya mencintai ibu bapa, yang akan memberikan segalanya kepada kita. Boleh jadi ini hanya sebelum ini kita tidak pernah melihat wanita cantik atau lelaki kacak.

Sehingga sekali melihatnya, kita terkena pesonanya. Kita tidak berkuasa menahan godaannya dan kemudian terbelit lantaran kecantikannya dan kekacakkannya.

Ini bukan cinta, ini hanya perasaan sementara sahaja.
Masa muda, hanya merasakan apa itu perasaan, tetapi tidak pernah tahu apa erti perasaan itu. Boleh jadi ini hanya feeling simpati, tafsiran sahaja. Kita berasa ingin memuji dan kagum dengan peribadi dia, dengan cantiknya dia dan dengan apa yang dia miliki sekarang.

Bukan cinta, hanya tafsiran sahaja.